Snapshot isolation banyak dipakai pada sistem database modern karena terlihat stabil dan mudah dipahami. Setiap transaksi membaca data pada satu titik waktu tertentu, seolah-olah melihat kondisi sistem yang “dibekukan” sementara. Pendekatan ini menghindari perubahan data yang tiba-tiba selama transaksi berjalan.
Masalahnya, snapshot isolation sering disalahpahami sebagai konsistensi penuh. Padahal, mekanisme ini adalah kompromi antara kinerja dan ketepatan, bukan jaminan bahwa semua transaksi akan selalu menghasilkan kondisi yang benar secara logika.
Cara Kerja Snapshot Isolation
Pada snapshot isolation, transaksi membaca data sesuai kondisi saat transaksi dimulai. Perubahan dari transaksi lain yang terjadi setelah itu tidak terlihat. Saat transaksi akan disimpan, sistem hanya memeriksa apakah ada konflik penulisan pada data yang sama.
Jika dua transaksi mencoba mengubah baris data yang sama, salah satunya akan gagal. Mekanisme ini mencegah kehilangan pembaruan, tetapi tidak memeriksa apakah keputusan transaksi saling bertentangan secara logika.
Masalah yang Tidak Dicegah
Snapshot isolation gagal menangkap konflik yang terjadi di level aturan bisnis, bukan di level baris data.
Masalah utama yang sering muncul antara lain:
1. Write skew, ketika dua transaksi membaca data yang sama, lalu masing-masing menulis ke data berbeda, tetapi hasil akhirnya melanggar aturan sistem.
2. Pelanggaran aturan bisnis, di mana setiap transaksi terlihat valid sendiri-sendiri, namun gabungannya menghasilkan kondisi yang salah.
3. Kondisi akhir yang tidak pernah benar pada satu waktu nyata, meskipun setiap transaksi berjalan tanpa error.
Masalah ini sulit dilacak karena sistem tidak menganggapnya sebagai konflik teknis.
Dampak terhadap Logika Sistem
Dampak terbesar snapshot isolation terasa pada sistem dengan aturan kompleks, seperti penjadwalan, keuangan, atau pengelolaan stok. Di sistem seperti ini, kebenaran tidak ditentukan oleh satu data, tetapi oleh hubungan antar data.
Jika snapshot isolation diperlakukan seolah-olah transaksi berjalan berurutan sempurna, maka kesalahan logika bisa muncul tanpa tanda kegagalan teknis. Sistem terlihat sehat, tetapi hasil akhirnya keliru.
Alasan Snapshot Isolation Tetap Digunakan
Snapshot isolation tetap populer karena efisiensinya. Proses baca tidak saling mengunci, sehingga sistem mampu menangani beban tinggi tanpa banyak penundaan. Untuk sebagian besar transaksi sederhana, risikonya relatif kecil.
Selama desain data tidak menyentuh banyak ketergantungan logika antar entitas, snapshot isolation sering dianggap “cukup aman”.
Cara Mengurangi Risiko
Snapshot isolation menuntut kesadaran desain yang lebih matang. Konsistensi tidak boleh diserahkan sepenuhnya ke database.
Beberapa pendekatan yang umum digunakan:
1. Menambahkan aturan eksplisit di database agar pelanggaran bisa terdeteksi.
2. Menggabungkan keputusan logika penting ke dalam satu data agar konflik bisa terdeteksi saat penulisan.
3. Menggunakan tingkat isolasi yang lebih ketat hanya untuk transaksi yang benar-benar kritis.
Pendekatan ini membantu menjaga kinerja tanpa membiarkan sistem menghasilkan keputusan yang salah.
Kapan Snapshot Isolation Tidak Memadai
Untuk sistem yang menuntut ketepatan mutlak, seperti pencatatan keuangan inti atau sistem pembukuan, snapshot isolation sering tidak cukup. Kesalahan kecil dapat berdampak besar dan sulit diperbaiki.
Pada kasus seperti ini, sistem biasanya menggunakan isolasi transaksi yang lebih kuat atau menambahkan pengendalian logika di tingkat aplikasi.
Konsistensi yang Tidak Gratis
Snapshot isolation bukan kesalahan desain, tetapi alat dengan batas yang jelas. Ia memberikan kenyamanan dan kinerja, tetapi bukan jaminan kebenaran penuh.
Sistem yang stabil adalah sistem yang memahami keterbatasan mekanisme konsistensinya. Dengan pemahaman ini, snapshot isolation dapat digunakan secara aman tanpa menciptakan ilusi konsistensi yang berbahaya.





