Dalam sistem digital, aplikasi sering mengambil data dari server untuk ditampilkan kepada pengguna. Idealnya, data yang diambil sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tampilan atau proses. Namun dalam beberapa kasus, data yang diambil ternyata tidak lengkap. Akibatnya, aplikasi harus meminta data tambahan berkali-kali. Kondisi ini dikenal sebagai underfetching data.
Underfetching terjadi ketika sistem hanya mengambil sebagian data, padahal proses membutuhkan lebih banyak informasi. Akibatnya, aplikasi harus melakukan permintaan ulang ke server untuk melengkapi data yang kurang. Meskipun terlihat ringan, permintaan berulang ini bisa memperlambat sistem dan menambah beban jaringan.
Masalah ini sering tidak disadari karena setiap permintaan terlihat kecil. Namun jika terjadi terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kinerja sistem dan pengalaman pengguna.
Mengapa Underfetching Terjadi
Underfetching biasanya terjadi karena sistem terlalu membatasi data yang diambil. Beberapa penyebab umum antara lain:
1. Pengambilan data terlalu minimal
Sistem hanya mengambil data inti tanpa mempertimbangkan kebutuhan lanjutan. Akibatnya, aplikasi harus meminta data tambahan setelah proses berjalan.
2. Desain layanan yang terpisah-pisah
Data yang saling berkaitan disediakan melalui beberapa layanan berbeda. Aplikasi harus memanggil beberapa layanan untuk mendapatkan data lengkap.
3. Kurangnya perencanaan kebutuhan data
Pengembang tidak memperkirakan data apa saja yang akan dibutuhkan di satu alur proses. Akibatnya, permintaan data dilakukan secara bertahap.
4. Optimasi yang berlebihan
Dalam usaha mengurangi jumlah data, sistem justru mengambil terlalu sedikit. Hal ini menyebabkan kebutuhan data tidak terpenuhi dalam satu permintaan.
Dampak Underfetching pada Sistem
Meskipun setiap permintaan kecil, dampak underfetching bisa terasa signifikan jika terjadi berulang.
1. Waktu respon menjadi lebih lama
Aplikasi harus menunggu beberapa kali permintaan sebelum semua data terkumpul. Hal ini membuat pengguna merasakan keterlambatan.
2. Beban jaringan meningkat
Permintaan yang berulang menambah jumlah komunikasi antara aplikasi dan server. Ini bisa memperlambat sistem secara keseluruhan.
3. Proses menjadi tidak efisien
Alih-alih mengambil data sekali, sistem harus melakukan beberapa langkah tambahan untuk mendapatkan hasil yang sama.
4. Pengalaman pengguna menurun
Pengguna bisa melihat tampilan yang muncul secara bertahap atau tidak lengkap, sehingga terasa kurang nyaman.
Cara Mengurangi Underfetching
Untuk mengatasi masalah ini, sistem perlu dirancang agar mampu mengambil data yang cukup dalam satu proses.
1. Mengambil data sesuai kebutuhan alur
Sebelum mengambil data, tentukan seluruh informasi yang dibutuhkan dalam satu proses. Dengan begitu, permintaan tidak perlu diulang.
2. Menggabungkan data yang sering digunakan bersama
Jika beberapa data sering digunakan bersamaan, sebaiknya disediakan dalam satu permintaan.
3. Mengurangi ketergantungan antar layanan
Jika memungkinkan, hindari memecah data menjadi terlalu banyak sumber. Hal ini membantu mengurangi jumlah permintaan.
4. Menyeimbangkan jumlah data
Ambil data secukupnya, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Keseimbangan ini penting agar sistem tetap efisien.
5. Menganalisis pola penggunaan
Perhatikan bagaimana pengguna menggunakan aplikasi. Dari sini, dapat diketahui data apa saja yang sering dibutuhkan bersamaan.
Mengambil Data yang Tepat Sejak Awal
Underfetching data menunjukkan bahwa mengambil data terlalu sedikit bisa sama bermasalahnya dengan mengambil terlalu banyak. Permintaan berulang membuat sistem menjadi lambat, tidak efisien, dan membebani jaringan.
Dengan memahami kebutuhan data sejak awal dan merancang sistem yang lebih tepat, aplikasi dapat mengambil data yang cukup dalam satu proses. Hasilnya, sistem menjadi lebih cepat, efisien, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar